PERUMAHAN MURAH BEKASI TERBARU

Info rumah murah, strategis, asri, bebas banjir, keamanan 24 jam, Dp rumah murah, rumah murah tanpa Dp, cicilan rumah murah, Info rumah subsidi, KPR, desain rumah, Info jual beli properti. Hubungi: Arie DJ 0812.9036.9997 (Call/WA)

sponsor

Responsive Ads Here

Selasa, 16 Oktober 2018

Tahapan dan tarif biaya Mengurus Sertifikat Tanah


Hal-hal yang berhubungan dengan kepemilikan hak-hak atas tanah seperti Hak Milik dan Hak Guna Bangunan diatur dalam Bagian III dan Bagian V UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Tahapan Mengurus Sertifikat Tanah

1.  Untuk mengurus sertifikat tanah dari Hak Guna Bangunan menjadi Sertifikat Hak Milik dapat Anda lakukan sendiri. Tahap-tahapannya sebagai berikut:
2.  Membeli dan mengisi formulir permohonan;
3.  Memiliki atau membawa Sertifikat Hak Atas Tanah (HP/HGB);
4.  IMB atau surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa rumah tersebut digunakan untuk rumah tinggal;
5.  Surat kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa, apabila dikuasakan;
6.  Identitas pemohon KTP, KK, WNI, Ganti Nama (jika perorangan), akta pendirian  atau akta perubahan (jika badan hukum;
7.  PBB tahun berjalan (fotokopi dengan menunjukkan aslinya);
8.  Surat pernyataan tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih 5.000 m2;
10. Surat pernyataan dari pemegang hak tanggungan, apabila tanah tersebut dibebani;
11. Hak Tanggungan pernyataan dari pemohon;
12. Surat pernyataan dari pemohon;
13. Membayar tarif atas jenis penerimaan bukan pajak, untuk pelayanan pendaftaran tanah.

Tarif Mengurus Sertifikat Tanah
tarif resminya sesuai PP 46/2002:
{2% x (NPT-NPTTKUP)} – {(Sisa HGB/Jangka Waktu HGB) x UP HGB x 50%}

Keterangan:
1.  NPT = Nilai Perolehan Tanah.
2.  NPTTKUP = Nilai Perolehan Tanah Tidak Kena Uang Pemasukkan.
3.  NPT & NPTTKUP bisa dilihat di SPT PBB.
4.  NPT = NJOP Tanah.
5.  NPTTKUP = NJOPTKP.
6.  Jangka waktu HGB bisa dilihat di sertifikat tanah.
7.  UP HGB = Uang Pemasukan HGB.
8.  Jangka waktu 30 tahun: 1% x (NPT-NPTTKUP)
9.  Kurang dari 30 tahun: (Jangka Waktu HGB yang diberikan/30) x {1% x (NPT-NPTTKUP)}
10. Rumus: [Luas tanah x (NJOP-NJOPTKP) ] x 5% + biaya notaris
11. Biaya notaris antara Rp750.000 s/d Rp2.500.000.

Contoh Perhitungan

1. Pajak Penjual dan Pajak Pembeli
Berhati-hatilah dengan penjual rumah yang ingin menjual rumahnya dengan harga bersih. Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apakah harga bersih adalah harga di luar notaris dan pajak penjual atau tidak. Apabila penjual minta bersih diluar biaya-biaya lain, bersiap-siaplah untuk merogoh tabungan lebih banyak. Adapun, rincian pajak adalah sebagai berikut:
Pajak Penjual (PPH) : 5% x harga (tanah rumah) NJOP
Pajak Pembeli (BPHTB) : 5% x harga (tanah rumah – Rp60.000.000)

Contoh :
Luas tanah 145 m2, harga tanah di NJOP adalah Rp1.300.000/m2
Harga bangunan di NJOP Rp500.000/m2
Sehingga pajak penjual = 5% x [145 x ( Rp1.300.000,- + Rp500.000,-) ] = Rp13.050.000,-
Pajak pembeli = 5% x [[145 x (Rp1.300.000,- + Rp500.000,-) ] – Rp60.000.000]] = Rp10.050.000.-
Sehingga, apabila harus membayar pajak penjual, Anda harus mengeluarkan dana untuk pajak jual beli sebesar Rp23.100.000,- di luar harga rumah.

2. Biaya Notaris
Biaya-biaya yang akan kita keluarkan untuk notaris sebagai berikut:
Biaya cek sertifikat : Rp100.000,-
Biaya SK 59 : Rp100.000,-
Biaya validasi pajak : Rp200.000,-
Biaya Akte Jual Beli (AJB) : Rp2.400.000,-
Biaya Balik Nama (BBN) : Rp750.000,-
SKHMT : Rp250.000,-
APHT : Rp1.200.000,-
Total : Rp5.000.000,-

3. Biaya peningkatan HGB ke SHM
Bila sertifikat yang ada adalah HGB (Hak Guna Bangunan), pembeli dapat meningkatkan sertifikat menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Biayanya sebagai berikut:

Biaya pemasukan kas negara (2% x (NJOP tanah – Rp60.000.000)
Misalnya harga NJOP tanah: Rp1.300.000,-/m2 dan luas tanah adalah 145 m2. maka NJOP tanah: Rp1.300.000,- x 145 = Rp188.500.000.- jadi biaya pemasukan kas negara untuk peningkatan SHM adalah: 2% x (Rp188.500.000,- - Rp60.000.00,-) = Rp2.570.000,-
Jasa notaris : Rp1.000.000,- sampai Rp2.000.0000.-
Jadi total biaya peningkatan hak milik antara Rp3.570.000,- sampai Rp4.570.000,-