Cara Menaksir Harga Rumah Bekas



1. Menghitung berdasarkan nilai pasar
Nilai Pasar = Harga Tanah + Nilai Bangunan serta Sarana Pelangkap

Sebagai contoh jika luas tanah rumah anda adalah 85 meter persegi dan harga tanah di lokasi tersebut sama dengan 4 juta untuk per meternya, maka harga tanah anda sama dengan 85m x 4 jt = 340 jt.

Sebagai contoh jika luas bangunan anda sama dengan 65 meter persegi dan nilai rata-rata bangunan rumah tersebut sama dengan 2 juta permeternya, maka untuk mendapatkan totalnya anda tinggal menghitung luas bangunan di kali harga nilai bangaunan tersebut yaitu 65m x 2 jt= 130 jt.

Nilai Pasar: 340jt + 130 jt = 470 juta
Jika sudah maka andapun sudah berhasil menaksir harga sebuah rumah seperti contoh diatas yang berhasil ditaksir seharga Rp 470 juta.

2. Menaksir dengan membuat perbandingan harga pasar
Untuk melakukan perbandingan harga pasar, anda bisa menanyakan langsung pada rumah yang berdekatan dengan rumah yang anda taksir tersebut (mempunyai tipe yang hampir sama ), dan untuk perbandingan sebaiknya lakukan perbandingan pada beberapa rumah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

3. Hitung berdasarkan NJOP rumah
Untuk menaksir harga dari sebuah rumah, maka anda bisa saja langsung melihat NJOP dari rumah tersebut. Disana akan di cantumkan berapa meter luas tanah bangunan anda, dan berapa harga permeter dari rumah tersebut.

Namun nilai yang di dapat dari NJOP seringkali tidak sesuai dengan harga pasar yang berlaku. NJOP biasanya akan seringkali mempunyai harga yang jauh di bawah harga pasar sebenarnya, sehingga sangat tidak relevan untuk menjadikannya sebagai parameter.

4. Menghitung dengan bantuan appraiser
Untuk menaksir harga sebuah rumah bekas adalah dengan cara appraisal. Appraisal bisa saja anda lakukan sendiri, namun jika kurang paham anda juga bisa menghubungi appraisal professional seperti orang appraisal dari pihak bank

Gambar tema oleh lobaaaato. Diberdayakan oleh Blogger.